This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 08 November 2017

SEJARAH DATABASE

SEJARAH DATABASE

Sejak zaman dulu, basis data sudah menjadi fokus yang utama pada aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman di perusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Strore). Dasar untuk model data jaringan terbentuk lalu distandarisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages). Kemudian, Bachman menerima CM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu computer) pada tahun 1973.

Menurut sejarah, system pemrosesan basis data terbentuk setelah masa system pemrosesan manual dan system pemrosesan berkas. System pemrosesan manual (Berbasis kertas) merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika berkas-berkas tersebut diperlukan, berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut. System pemrosesan berkas merupakan system komputer, dimana sekelompok rekaman disimpan pada sejumlah berkas secara terpisah. Perancangan system ini didasarkan pada kebutuhan individual pengguna, bukan kebutuhan sejumlah pengguna. Sehingga setiap aplikasi menuliskan data sendiri, alhasil ada kemungkinan data yang sama terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.

Sejarah DBMS (Database Management System), generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang kemudian distandardisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages).

Pada akhir 1960, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan system SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. System ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
Pada tahun 1985, Microsoft dan IBM mengumumkan perjanjian kerjasama jangka panjang untuk mengembangkan system operasi dan produk-produk perangkat lunak lainnya. Pengumuman ini adalah permulaan dimulainya OS/2, sebuah system operasi setelah masa kejayaan MS-DOS. OS/2 ini akan lebih 'Hebat' dan lebih 'Canggih' daripada MS-DOS, ia akan mampu menangani multitasking application dengan memanfaatkan kemampuan processor Intel yang terbaru yaitu 80286. "That was the plan!" OS/2 secara resmi diumumkan pada bulan april 1987, dan dijanjikan akan tersedia buat end-user pada akhir tahun tersebut.

Tetapi dalam waktu yang sangat singkat setelah pengumuman perjanjian kerjasama tersebut, IBM mengumumkan peluncuran sebuah versi spesial OS/2 yang disebut OS/2 Extended Edition. Versi lebih powerfull ini akan menyertakan sebuah Database SQL yang disebut OS/2 Database Manager, OS/2 Database Manager akan sangat berguna bagi pengembangan aplikasi yang sederhana dan kompatibel dengan DB/2 , sebuah Database server milik IBM yang beroperasi pada mainframe. OS/2 Database manager juga akan menyertakan SNA (System Network Architecture) communication service, yang disebut OS/2 Communication Manager. Sebagai bagian dari SSA (System Application Architecture)-nya. IBM menjanjikan semua produk-produk tersebut dapat saling bekerjasama pada masa yang akan datang. Tetapi jika IBM mampu menawarkan sebuah solusi OS/2 yang begitu lengkap, kenapa user harus membeli produk OS/2 buatan Microsoft?.
Hal inilah yang membuat Microsoft segera mencari solusi sendiri. Pada tahun 1986, Microsoft sudah menghasilkan 197 JutaUS$ per tahun, dengan 1153 pegawai. (Sepuluh tahun kemudian, Microsoft telah mendapatkan 6 Milyar US$ dari bisnis softwarenya, dengan hampir sekitar 18.000 pegawai). Produk-produk Microsoft hampir semuanya terfokus pada aplikasi desktop dengan produk utamanya adalah MS-DOS. Komputasi Client/Server pada saat itu belum menjadi fokus utama Microsoft dan industri komputer. Manajemen data pada sebuah PC hanyalah menjadi sebuah fantasi pada masa itu, User biasanya hanya menggunaka LOTUS 1-2-3 untuk menyimpan data. Produk dBASE buatan Ashton Tate segera menjadi sangat populer setelah diluncurkan, Selanjutnya Anca Software merilis Paradox dan Micro Rim dengan prouk RBase-nya. Pada tahun 1986 tersebut, Microsoft belum mempunyai produk manajemen Database sendiri. (Tetapi pada tahun 1992, Microsoft mendapatkan sukses yang luar biasa dari produk manajemen database desktop-nya dengan Microsoft Access dan Microsoft FoxPro).
Tetapi IBM Database Manager sangatlah berbeda dari dBASE, Paradox atau RBase. Produk IBM ini walaupun tidak begitu user-friendly, tetapi ia mempunyai SQL query processor-nya sendiri dan bekerja berdasarkan "Transactions", hampir sama dengan Database Server yang berjalan diatas Minicomputer dan mainframe, seperti DB/2, Oracle ataupun Informix. Microsoft membutuhkan produk DBMS (Database Management System) sekaliber ini dan membutuhkannya segera!.
Microsoft berpaling kepada Sybase, Inc. Sebuah perusahaan pembuat software DBMS yang sedang 'Naik daun', yang merilis produk Data Server-nya pada bulan mei 1987 untuk Sun Microssystem yang berjalan diatas UNIX. Data Server mendapatkan reputasi berkat inovasi dan kreatifitasnya dengan Stored Procedure dan Trigger serta paradigma baru dalam dunia komputasi yaitu: Client/Server.
Setelah itu zaman ke zaman selalu ada pembaruan tentang Database ini.
Semoga bermanfaat :)  

Rabu, 04 Oktober 2017

Setting IP-Address Linux Debian

Setting IP-Address Linux Debian

Bagaimana Cara setting ip address di Linux..? Berikut ini cara-cara Untuk mensetting Linux debian dan Mandriva anda.
#. Untuk Debian :
1. Login As Root :
sany@kenshin:~$ su
Password:
Setelah login sebagai root maka buka /etc/network/interfaces
kenshin:/home/sany# vi /etc/network/interfaces
Muncul deh isinya
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
name Ethernet LAN card
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.254
Catatan :
eth0 adalah nama kartu network anda, semua linux selalu terbiasa dari 0,1,2.. dsb.
Name adalah Nama Kartu anda.
address adalah Ip Address komputer anda yang di gunakan di eth0
Netmask, tergantung perhitungan anda.
Broadcast ip yang digunakan untuk mengumumkan ip anda.
Network anda
gateway digunakan sebagai ip yang digunakan untuk akses ke internet atau jaringan luar.
# Untuk Mandriva :
1. Login As Root :
sany@kenshin:~$ su
Password:
Setelah login sebagai root maka buka /etc/sysconfig/network-scripts/ifctg-eth0
kenshin:/home/sany# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifctg-eth0
Muncul deh isinya
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
name Ethernet LAN card
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.254
Catatan :
eth0 adalah nama kartu network anda, semua linux selalu terbiasa dari 0,1,2.. dsb.
Name adalah Nama Kartu anda.
address adalah Ip Address komputer anda yang di gunakan di eth0
Netmask, tergantung perhitungan anda.
Broadcast ip yang digunakan untuk mengumumkan ip anda.
Network anda
gateway digunakan sebagai ip yang digunakan untuk akses ke internet atau jaringan luar.
Nah setelah itu baru deh kita restart
#>/etc/init.d/networking stop
#>/etc/init.d/networking start

Langkah - langkah Setting Jaringan Linux (Debian / Ubuntu)

Langkah - langkah Setting Jaringan Linux (Debian / Ubuntu)

Langsung saja..

saya ingin berbagi Ilmu sedikit dari hasil latihan saya tentang "Konfigurasi Jaringan Linux" yang saya praktek'an pada saat Lomba LKS TKJ Tingkat Kab. (2009 dan 2010) dan yang akan di pakai juga untuk "Ujian Praktek Nasional Untuk SMK Jurusan TKJ Tahun Pelajaran 2010/2011".

Berikut adalah langkah - langkah-nya :
Pertama - tama pastikan dulu Distro Linux yang di pakai apa.. Karena hampir tiapDistro Linux mempunyai cara yang berbeda - beda...
(Distro?? maksudnya varian atau jenis, contoh : Microsoft mengularkan Distro yang bernama Windows XP, Windows Vista, dll. Sama halnya dengan Linux yang mempunyai Distro DebianKnoppix, Ubuntu, Redhat, dll)

Nah, langkah - langkah akan saya tulis disini adalah langkah - langkah Konfigurasi Jaringan untuk Distro Debian / Ubuntu. (Kenapa ??? Karena Debian yang paling sering di gunakan untuk dan sebagai Server Jaringan, dan Kenapa Ubuntu ???Karena Orang - orang di luar sana lebih mengenal distro Ubuntu dari pada yang laen-nya.. coz, Lebih mudah digunakan)
Okay kita mulai !!

  1. Pertama, Jelas untuk Debian harus di Install dulu OS-nya di HDD kita coz, masih jarang orang yang membuat Live CD/DVD Debian.. n kalau Ubuntutidak harus di install kalau hanya ingin buat latihan saja..Cukup booting Live CD saja..
    Kalau Sudah siap OS-nya, segera Booting ke OS tersebut..
    Setelah Berhasil masuk (Loading-nya sudah selesai), masuk-lah ke "Terminal / Console" dengan cara, klik "Application" pada taskbar, lalu pilih"Accessories",  kemudian pilih "Terminal".
  2. Maka akan muncul jendela baru yaitu "Terminal / Console", Kemudian ketika-lah peritah berikut :
    $ su          <--  Perintah Untuk distro Debian
    $ sudo su     <--  Perintah Untuk disrto Ubuntu
    Lalu Tekan Enter.
    Perintah di atas adalah perintah untuk masuk sebagai Super User / Root(admin kalau di Windows)

    (
    Kenapa harus sebagai Super User / Root ?? Anda tahu hal User-Guest pada Windows ?? Nah.. kalao anda memakai user tersebut apakah anda dapat menginstall Software??Setting Jaringan??Sharing Data??, Tidak Bisakan?? nah.. Berbeda dengan Admin.. yang bisa menginstall se-mau-nya.. dll, nah itulah kenapa kita harus menjadi Super User / Root karena semua hal yang akan kita setting harus menjadi tidak bisa hanya menjadi User biasa.)
  3. Setelah melakukan hal di atas maka ada 2 (dua) kemungkinan yang muncul,ke-1 (pertama) akan diminta memasukkan password root-nya, maka masukkan password yang sudah anda setujui / masukkan pada saatInstallasi dan yang ke-2 (dua) tidak muncul perminta'an apa - apa.

    (
    $ dan # maksudnya ?? kalau $ menandakan bahwa kita masih menjadi Userbiasa. n kalau # sebaliknya, menandakan bahwa kita sudah / sedang menjadiSuper User / Root )
  4. Kemudian masukkan perintah berikut :

    # nano /etc/network/interfaces <-- Debian dan Ubuntu
  5. Lalu muncul text dibawah ini :

    auto lo
    iface lo inet loopback

  6. Setelah itu ketikan list di bawah text yang muncul tadi :

    auto eth0
    iface eth0 inet static
    address xxx <-- "xxx" = Alamat IP Computer yang di pakai.
    netmask xxx <-- "xxx" = Alamat subnet pada kelas masing2.
    gateway xxx <-- "xxx" = Alamat IP Comp. server yang mempunyai akses internet

    Contoh :IP comp. yang di pakai / yang di inginkan = 192.168.1.10 ,
    IP comp. Server = 192.168.1.1

    Maka di ketikkan :
    iface eth0 inet static
    address 192.168.1.10
    netmask 255.255.255.0 <-- Karena kelas IP yang dipakai"C"
    gateway 192.168.1.1
  7. Setelah Itu Save dengan menekan tombol CTRL+X,lalu Tekan Huruf Y, lalu Tekan ENTER.Dan Restart Setting Jaringan tadi dengan cara ketikan perintah :
    # /etc/init.d/networking restart
    Kalau muncul di sebelah kanan [OK], berarti Settingan Jaringan Kita berhasil.
    Dan Jika yang muncul [Fail], berarti settingan jaringan tadi, ada yang salah ketik atau kelibihan suatu karakter, contoh : Koma (,) , Titik (.), Angka yang berlebihan (19211.2.3.1) seharusnya cukup (192.2.3.1). Teliti Lagi, dan lalu ulangi Langkah Ke-7 ini. Sampai muncul [OK].
  8. Dan yang terakhir, perintah untuk mengecheck jaringan  yang kita buat :

    # ping [No IP]

    contoh:
    # ping 192.168.1.10

    ---------------------- Selamat Belajar ----------------------

Restart Jaringan Di Linux


Image result for Cara Restart Jaringan Di Linux
Restarting the network interface using command lines in Linux is a straight-forward procedure. While the GUI for Linus network configuration is more graphical and visually appealing, it may actually make restarting the network interface much longer. 

In operating systems such as Linux, the command line operations generally accomplish the task faster than the GUI interface. Restarting the network interface by using command lines will require certain user privileges, as well as designation as the system's root user, or via the Sudo. There are separate commands to restart the network services and to restart a particular network interface. 

Linux: Restarting the Network Interface Using Command Lines

Then process of setting up a network can be quite lengthy, especially if you need to verify that your DHCP server is correctly assigning its IP addresses. A quicker way of restarting the network interface would be to use command lines

These commands should be executed as root or via sudo. The following commands are specific to debian (Ubuntu or Xandros). 

Stop the network interface eth0: 
ifdown eth0 

Start the network interface eth0: 
ifup eth0 

Don't confuse with the following command, which restarts all the networks services : 
/etc/init.d/networking restart

To see your various network interfaces, use the command: 
/sbin/ifconfig -a
Translating :
Restart antarmuka jaringan dengan menggunakan command line di Linux adalah prosedur straight-forward. Sementara GUI untuk konfigurasi jaringan Linus lebih bersifat grafis dan menarik secara visual, sebenarnya ini bisa membuat me-restart antarmuka jaringan lebih lama.

Dalam sistem operasi seperti Linux, operasi command line umumnya menyelesaikan tugas lebih cepat daripada antarmuka GUI. Restart antarmuka jaringan dengan menggunakan baris perintah akan memerlukan hak pengguna tertentu, dan juga sebagai pengguna root sistem, atau melalui Sudo. Ada perintah terpisah untuk me-restart layanan jaringan dan untuk me-restart sebuah antarmuka jaringan tertentu.
Linux: Restart Antarmuka Jaringan Menggunakan Baris Perintah

Kemudian proses pengaturan jaringan bisa sangat panjang, terutama jika Anda perlu memverifikasi bahwa server DHCP Anda benar menetapkan alamat IP-nya. Cara yang lebih cepat untuk me-restart antarmuka jaringan adalah dengan menggunakan baris perintah.

Perintah ini harus dijalankan sebagai root atau melalui sudo. Perintah berikut khusus untuk debian (Ubuntu atau Xandros).

Hentikan antarmuka jaringan eth0:
ifdown eth0

Jalankan antarmuka jaringan eth0:
ifup eth0

Jangan bingung dengan perintah berikut, yang me-restart semua layanan jaringan:
/etc/init.d/networking restart

Untuk melihat berbagai antarmuka jaringan Anda, gunakan perintah:
/ sbin / ifconfig -a

Selasa, 19 September 2017

Perintah Perintah dasar Di Linux

Perintah Perintah dasar Di Linux

Image result for Perintah Perintah dasar Di Linux










Assalamualaikum Wr.wb Pagi sobat, kali ini kita akan belajar tentang perintah-perintah basic/dasar di terminal linux. Mungkin ini sangat bermanfaat dan penting bagi pemula seperti saya.
Pengertian
Linux (diucapkan ˈlɪnÉ™ks atau /ˈlɪnÊŠks/) adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.
Latar Belakang semua orang yang baru saja mengenal linux pasti akan belajar dan mencari perintah-perintah dasar linux.
Maksud dan tujuan Ingin memberi tahu apa yang harus dilakukan pertama kali setelah menginstall linux.
Perintah-perintah dasar linux

  1. sudo: Sudo singkatan s ubstitute u ser lakukan dan dapat digunakan untuk mengeksekusi satu perintah sebagai akar/root.
  2. sudo su: (SU= Super User)
  3. ls : isi daftar direktor 
  4. cp : untuk mengcopy/menyalin file
  5. mv : move/menggrakkan berkas ke direktori baru
  6. rm : recursive remove yang berfungsi untuk menghapus file, directory atau subdirectory.
  7. mkdir : berfungsi untuk membuat directory baru, kepanjangannya adalah make director
  8. chmod : merubah akses dari sebuah file
  9. cat : melihat isi file
  10. more : berfungsi melihat isi suatu file, dan isi file tersebut dapat ditampilkan layar perlayar.
  11. clear : membersihkan layar dari directory yang aktif.
  12. who : untuk mengetahui daftar pemakai yang aktif (login).
  13. exit : untuk keluar dari sistem
  14. cal : untuk menampilkan kalender
  15. date : menunjukkan atau mengatur tanggal
  16. arch : perintah untuk menampilkan arsitektur prosessor
  17. nano : editor teks standar untuk mengedit file
  18. eject : untuk mengeluarkan cd rom
  19. apt-get update : untuk mengupdate sistem untuk mendapatkan catatan versi baru
  20. apt-get upgrade : untuk menginstall seluruh aplikasi baru secara otomatis dari catatan yang diterima
  21. lsusb : untuk menampilkan usb yang ada dan perangkat yang menempel
  22. lshw : untuk menampilkan hardware yang menempel
  23. adduser : untuk menambah user baru
  24. passwd : mengganti password user
  25. reboot : merestart pc
  26. poweroff/halt : mematikan pc
  27. shutdown -h now : mematikan pc
  28. shutdown -r now : merestart pc
  29. wget : mendownload suatu file dari sebuah tautan
  30. dpkg -i : mengisntal aplikasi dari file yang berformat .deb
  31. ifconfig : untuk manampilkan eth yang hidup dan networknya
  32. ifconfig -a : perintah menampilkan semua eth yang hidup dan networknya
  33. apt-get install : perintah untuk menginstall aplikasi dari repositori
  34. apt-get remove : perintah untuk menghapus aplikasi yang terinstall
  35. apt-get install -f : perintah menginstall semua depensi atau kekurangan paket dalam installasi aplikasi tertentu
nah, itu adalah perintah-perintah basic/dasar yang ada pada linux.
sekian dari saya wassalamualaikum wr.wb

Kesimpulan
jadi setelah kita install linux, kita harus mempelajari apa saja perintah command linux di terminal

Menambahkan Perintah "sudo su" Tapi Dengan Nama Sendiri

Menambahkan Perintah "sudo su" Tapi Dengan Nama Sendiri

Image result for root linux

Selamat Malam Linuxers, oke langsung Saja ,

A.PENGERTIAN
Bash adalah sebuah shell Unix dan command Line Interface (CLI) language yang dibuat oleh Brian Fox untuk project GNU sebagai salah satu software gratis yang menggantikan keberadan Bourne shell.

Nama Bash diambil dari sebuah akronim (kependekan /singkatan) yang mengacu pada sejarah dirilisnya shel unix ini. Bash merupakan singkatan dari Bourne-again shell, yang mengacu pada sal muasal dirilisnya shell unix ini yang menggatikan Bourne shell.

B.LATAR BELAKANG
Saya ingin anda kalian semua tidak bosan atau tidak monoton dengan perintah masuk "root". dan disini saya akan menggunakan bash dasar untuk menambah perintah masuk root dengan nama sendiri.

C.MANFAAT
>Tidak cepat bosan dengan terminal
>Lebih ingin mengexplore Linux

D.WAKTU
10 Menit.

E.ALAT DAN BAHAN
>Laptop

F.PELAKSANAAN
1.pertama anda masuk terminal  dan ketik "cd /usr/bin"



2.lalu kita ketikan "nano *nama anda"


3.lalu anda ketik teks seperti gambar!

4.lalu anda chmod +x *nama anda.


5.lalu anda ketik exit dan setelah itu anda ketik nama anda untuk masuk akses root.


6.lihat? berhasil! :D , sekian , Semoga BErmanfaat. :)


G.KESIMPULAN
Anda pasti akan mudah untuk memahami ini dikarenakan metode yg saya gunakan ini adalah bash sederhana.

H.REFERENSI
https://linux.tutorials.id/bash-command/definisi-dan-pengenalan-apa-itu-bash-unix-shell/

Tutorial membuat SSH switch dengan Cisco Packet Tracer

Tutorial membuat SSH switch dengan Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum
      

       Selamat pagi.. kali ini saya akan mempublikasikan Tutorial membuat SHH Switch dengan aplikasi Cisco Packet Tracer. apa itu Switch?? Switch adalah sebagai berikut.
  
 A. Pengertian
       Switch adalah suatu jenis komponen jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan beberapa HUB dalam membentuk jaringan komputer yang lebih besar atau menghubungkan komputer-komputer yang memiliki kebutuhan dan bandwidth yang cukup besar.

 B. Latar Belakang
       Mencoba konfigurasi menggunakan telnet dengan Remote Switch. 
 C. Tujuan
       Remote Switch Cisco menggunakan Telnet.

 D. Alat dan bahan
       1. Aplikasi Cisco Packet Tracer

 E. Tahap Pelaksanaan
       1. Kita buat Vlan terlebih dahulu
Switch>enable
Switch#conf t
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name smkw9
Switch(config-vlan)#exit
       2. Pengalokasian pada vlan 10
Switch(config)#int range fa 0/1-3
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan
% Incomplete command.
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#int vlan 10
       3. Menambahkan IP address pada interface Vlan 10
Switch(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
Switch(config-if)#no shut
Switch(config-if)#line vty 0 4
Switch(config-line)#passw
Switch(config-line)#password 1234
Switch(config-line)#login
Switch(config-line)#exit
       4.  Kita coba buat untuk login SSH ketik Script Berikut
Switch(config)#hostname smkw9

smkw9(config)#ip domain smkw9.id

smkw9(config)#ip domain-name smkw9.id
smkw9(config)#enable secret 1234
smkw9(config)#username smkw9 secret 1234
smkw9(config)#service password-encryption
smkw9(config)#cry
% Incomplete command.
smkw9(config)#crypto key generate rsa
      5. Kalo sudah bisa akan ada tulisan seperti berikut
The name for the keys will be: smkw9.smkw9.id
Choose the size of the key modulus in the range of 360 to 2048 for your
General Purpose Keys. Choosing a key modulus greater than 512 may take
a few minutes.
How many bits in the modulus [512]:
% Generating 512 bit RSA keys, keys will be non-exportable...[OK] 

      6.  Setelah itu ketik script berikut
smkw9(config)#line vty 0 4
*Mar 1 0:20:17.795: RSA key size needs to be at least 768 bits for ssh version 2
*Mar 1 0:20:17.796: %SSH-5-ENABLED: SSH 1.5 has been enabled
smkw9(config-line)#login local
smkw9(config-line)#tran
% Incomplete command.
smkw9(config-line)#transport input ssh
smkw9(config-line)#
smkw9(config-line)#exit
      7. Kalo langkah dia atas semua sudah DONE atau sudah bisa kita masuk ke Komputer atau Clientnya.  

      8. Buka pada menu Desktop dan buka Command Prompt dan ketik Script berikut
C:\>telnet 192.168.10.1
      9. Bila sudah kalian akan muncul verification dan di mintai password

     10. Ketik Enable 
Switch>enable
% No password set.
Switch>123
Translating "123"...domain server (255.255.255.255)
% Unknown command or computer name, or unable to find computer address

Switch>

[Connection to 192.168.10.1 closed by foreign host]
     11. Kita Konek Ke SSH yang tadi kita buat dengan perintah Berikut


C:\>ssh -l smkw9 192.168.10.1
Open
Password:



smkw9>ena
Password:
smkw9# 

      F. Penutup 
              Sekian Tutorial dari saya semoga bermanfaat bagi kalian semua

 Wassalamu'alaikum